Kanker serviks adalah salah satu kanker paling umum pada wanita di Indonesia, namun juga salah satu yang paling bisa dicegah bila dideteksi dini. Pap smear adalah senjata utama untuk deteksi dini tersebut.
Apa Itu Pap Smear?
Pap smear (atau Pap test) adalah prosedur sederhana untuk mengambil sampel sel dari leher rahim (serviks). Sel-sel tersebut kemudian diperiksa di laboratorium untuk mendeteksi perubahan abnormal yang berpotensi berkembang menjadi kanker.
Prosedur ini hanya memerlukan waktu beberapa menit, sedikit tidak nyaman, namun sama sekali tidak berbahaya.
Siapa yang Perlu Pap Smear?
- Wanita usia 21–65 tahun yang sudah aktif secara seksual
- Wanita yang sudah menikah, disarankan mulai sejak 3 tahun setelah berhubungan seksual pertama kali atau sejak usia 21 tahun
- Wanita dengan riwayat infeksi HPV atau kondisi imun yang menurun
Seberapa Sering?
| Usia | Frekuensi |
|---|---|
| 21–29 tahun | Setiap 3 tahun |
| 30–65 tahun | Setiap 3 tahun (Pap smear saja) atau setiap 5 tahun (Pap smear + tes HPV) |
| > 65 tahun | Dapat dihentikan jika hasil sebelumnya selalu normal |
Perbedaan Pap Smear dan IVA Test
IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) adalah alternatif yang lebih sederhana dan murah. Dokter mengoleskan cuka encer ke serviks dan mengamati perubahan warna secara langsung. Hasilnya lebih cepat tetapi kurang sensitif dibanding Pap smear.
Keduanya tersedia di klinik dan rumah sakit kami.
Yang Perlu Disiapkan Sebelum Pap Smear
- Hindari berhubungan seksual 48 jam sebelum tes
- Jangan menggunakan obat vaginal atau douching 48 jam sebelumnya
- Sebaiknya tidak dalam masa menstruasi
- Jadwalkan di pertengahan siklus haid untuk hasil optimal
Deteksi dini menyelamatkan nyawa. Jangan tunda Pap smear Anda — konsultasikan jadwal pemeriksaan dengan dr. Christian Wijaya Woen, Sp.OG, FICS.