Referensi Medis
Glosarium Obstetri & Ginekologi
90 istilah medis dari A–Z seputar kehamilan, persalinan, dan kesehatan reproduksi wanita — dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami.
A
- Abortus
- Berakhirnya kehamilan sebelum janin mampu hidup di luar rahim, umumnya sebelum usia kehamilan 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. Dapat terjadi secara spontan (keguguran) atau diinduksi secara medis.
- Amnion
- Selaput tipis yang mengelilingi janin dan berisi cairan ketuban (cairan amnion). Berfungsi melindungi janin dari benturan, menjaga suhu, dan memungkinkan gerakan janin.
- Amniosentesis
- Prosedur pengambilan sampel cairan ketuban melalui jarum yang dimasukkan ke dinding perut ibu. Dilakukan untuk mendiagnosis kelainan kromosom (seperti Down syndrome) atau infeksi pada janin.
- Anovulasi
- Kondisi di mana ovarium tidak melepaskan sel telur (ovum) dalam satu atau lebih siklus menstruasi. Penyebab umum termasuk PCOS, gangguan tiroid, dan hiperprolaktinemia.
- Antenatal
- Segala sesuatu yang berkaitan dengan periode sebelum persalinan. Perawatan antenatal (ANC) adalah pemeriksaan rutin selama kehamilan untuk memantau kesehatan ibu dan perkembangan janin.
- Aterm
- Istilah untuk kehamilan yang telah mencapai usia cukup bulan, yaitu antara 37–42 minggu. Bayi yang lahir pada periode ini disebut bayi aterm.
- Areola
- Daerah berpigmen gelap di sekitar puting payudara. Selama kehamilan, areola biasanya membesar dan menjadi lebih gelap akibat peningkatan hormon estrogen.
B
- BBLR (Berat Badan Lahir Rendah)
- Kondisi bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram, terlepas dari usia kehamilan. Faktor risiko meliputi kelahiran prematur, pertumbuhan janin terhambat, dan kehamilan kembar.
- Birth Plan
- Rencana tertulis yang dibuat ibu hamil bersama dokter mengenai preferensi persalinan, seperti metode pereda nyeri, pendamping persalinan, dan prosedur pasca lahir seperti IMD dan delayed cord clamping.
- Braxton Hicks
- Kontraksi rahim yang tidak teratur, tidak menyakitkan, dan tidak progresif. Sering disebut 'kontraksi palsu' atau 'latihan' rahim sebagai persiapan persalinan. Mulai terasa sejak trimester kedua.
- Bloody Show
- Keluarnya lendir bercampur darah dari jalan lahir sebagai tanda awal bahwa serviks mulai membuka dan menipis menjelang persalinan. Dapat terjadi beberapa hari sebelum kontraksi sesungguhnya dimulai.
C
- Cairan Ketuban
- Cairan bening kekuningan yang mengelilingi janin dalam kantong amnion. Berfungsi melindungi janin, memungkinkan pergerakan, mendukung perkembangan paru-paru, dan menjaga suhu tubuh janin.
- Chorionic Villus Sampling (CVS)
- Prosedur diagnostik prenatal yang mengambil sampel jaringan plasenta (vili korion) untuk mendeteksi kelainan kromosom atau genetik pada janin. Dapat dilakukan sejak usia kehamilan 10–13 minggu.
- Colostrum
- Cairan kental berwarna kekuningan yang diproduksi payudara pada akhir kehamilan dan beberapa hari pertama setelah melahirkan. Kaya akan antibodi, protein, dan faktor pertumbuhan — sering disebut 'emas cair' untuk bayi baru lahir.
- Crowning
- Fase persalinan saat kepala bayi sudah tampak dan tidak masuk kembali ke jalan lahir di antara kontraksi. Menandakan bahwa kelahiran sudah sangat dekat.
- Curettage (Kuret)
- Prosedur medis untuk membersihkan isi rahim menggunakan alat khusus (kuret). Dilakukan pada kasus keguguran tidak sempurna, perdarahan uterus abnormal, atau untuk keperluan diagnostik.
D
- Delayed Cord Clamping
- Praktik menunda pemotongan tali pusat minimal 1–3 menit setelah bayi lahir. Terbukti meningkatkan kadar zat besi dan hemoglobin bayi, serta mengurangi risiko anemia pada bayi baru lahir.
- Dilatasi Serviks
- Proses membukanya mulut rahim (serviks) selama persalinan, diukur dalam sentimeter (0–10 cm). Pembukaan lengkap 10 cm menandakan fase aktif persalinan telah selesai dan ibu siap mengejan.
- Dismenore
- Nyeri haid yang terasa di perut bawah dan panggul saat menstruasi. Dismenore primer tidak disebabkan oleh penyakit tertentu, sedangkan dismenore sekunder berhubungan dengan kondisi seperti endometriosis atau mioma.
- Distosia
- Persalinan yang berjalan lambat, sulit, atau tidak maju secara normal. Dapat disebabkan oleh kontraksi yang tidak adekuat, posisi janin yang abnormal, atau ketidaksesuaian antara ukuran kepala bayi dan panggul ibu (CPD).
- DIC (Disseminated Intravascular Coagulation)
- Gangguan pembekuan darah berat yang dapat terjadi sebagai komplikasi solusio plasenta, preeklampsia berat, atau sepsis. Merupakan kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan segera.
E
- Eklampsia
- Komplikasi berat preeklampsia yang ditandai dengan kejang pada ibu hamil atau pasca melahirkan tanpa riwayat epilepsi. Merupakan kedaruratan obstetri yang mengancam jiwa ibu dan janin.
- Efacement (Pendataran Serviks)
- Proses menipisnya dan memendeknya leher rahim (serviks) sebagai persiapan persalinan. Biasanya terjadi bersamaan dengan dilatasi dan diukur dalam persentase (0–100%).
- Endometriosis
- Kondisi di mana jaringan yang menyerupai lapisan dalam rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim, seperti di ovarium, tuba falopi, atau rongga panggul. Menyebabkan nyeri haid berat, nyeri panggul kronis, dan dapat memengaruhi kesuburan.
- Epidural
- Metode analgesi regional yang paling umum digunakan selama persalinan. Obat bius disuntikkan ke ruang epidural di tulang belakang untuk mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri kontraksi.
- Episiotomi
- Sayatan bedah kecil yang dibuat pada perineum (area antara vagina dan anus) untuk memperlebar jalan lahir saat kepala bayi akan keluar. Kini tidak lagi dilakukan secara rutin, hanya bila diperlukan secara medis.
F
- Fetal Distress
- Kondisi gawat janin yang ditandai dengan tanda-tanda janin tidak mendapat oksigen yang cukup, seperti denyut jantung janin abnormal. Memerlukan tindakan segera untuk mencegah kerusakan otak atau kematian janin.
- Fertilisasi
- Proses penyatuan sel telur (ovum) dengan sperma membentuk zigot. Normalnya terjadi di sepertiga luar tuba falopi dan merupakan langkah pertama dalam proses kehamilan.
- FSH (Follicle Stimulating Hormone)
- Hormon yang diproduksi kelenjar hipofisis untuk merangsang pertumbuhan folikel ovarium dan produksi estrogen. Kadar FSH yang tinggi dapat mengindikasikan cadangan ovarium yang menurun atau menopause.
- Fundus Uteri
- Bagian teratas rahim (uterus). Tinggi fundus uteri diukur dari tulang kemaluan (simfisis pubis) sebagai cara praktis memperkirakan usia kehamilan dan pertumbuhan janin.
G
- Gestasi
- Periode perkembangan janin di dalam rahim, dihitung sejak hari pertama haid terakhir (HPHT) hingga persalinan. Kehamilan normal berlangsung sekitar 40 minggu atau 280 hari.
- GDM (Gestational Diabetes Mellitus)
- Diabetes yang pertama kali terdeteksi selama kehamilan. Terjadi karena hormon kehamilan mengganggu kerja insulin. Dapat memengaruhi pertumbuhan janin dan meningkatkan risiko komplikasi persalinan.
- Gonadotropin
- Kelompok hormon yang mengatur fungsi gonad (ovarium dan testis). Pada wanita, termasuk FSH dan LH yang mengatur siklus menstruasi dan ovulasi. Injeksi gonadotropin digunakan dalam terapi kesuburan.
- Gravida
- Istilah medis untuk jumlah kehamilan yang pernah dialami seorang wanita, termasuk kehamilan yang sedang berjalan. Primigravida = kehamilan pertama; multigravida = pernah hamil lebih dari satu kali.
H
- hCG (Human Chorionic Gonadotropin)
- Hormon yang diproduksi embrio setelah implantasi dan kemudian oleh plasenta. Keberadaannya menjadi dasar tes kehamilan. Kadar hCG meningkat pesat di trimester pertama dan menjadi penyebab utama mual muntah kehamilan.
- HELLP Syndrome
- Komplikasi berat preeklampsia yang melibatkan Hemolysis (pecahnya sel darah merah), Elevated Liver enzymes (enzim hati meningkat), dan Low Platelet count (trombosit rendah). Memerlukan terminasi kehamilan segera.
- Hidramnion (Polihidramnion)
- Kondisi di mana cairan ketuban terlalu banyak (>2.000 mL). Dapat disebabkan oleh diabetes gestasional, kehamilan kembar, atau kelainan janin. Meningkatkan risiko persalinan prematur dan solusio plasenta.
- Hipertensi Gestasional
- Tekanan darah tinggi (≥140/90 mmHg) yang muncul pertama kali setelah usia kehamilan 20 minggu tanpa disertai proteinuria atau tanda kerusakan organ lain. Berbeda dari preeklampsia.
I
- IMD (Inisiasi Menyusu Dini)
- Proses membiarkan bayi baru lahir mencari dan menghisap payudara ibunya dalam satu jam pertama kehidupan. Terbukti meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif, memperkuat ikatan ibu-bayi, dan membantu involusi rahim.
- Induksi Persalinan
- Tindakan medis untuk memulai atau mempercepat proses persalinan sebelum terjadi secara alami. Metode meliputi pemberian oksitosin intravena, pemasangan balon, atau penggunaan prostaglandin.
- Infertilitas
- Ketidakmampuan pasangan untuk mencapai kehamilan setelah 12 bulan berhubungan seksual secara teratur tanpa kontrasepsi (atau 6 bulan bila usia wanita ≥35 tahun). Dapat disebabkan oleh faktor wanita, pria, atau keduanya.
- IVF (In Vitro Fertilization)
- Prosedur bayi tabung di mana sel telur dan sperma dipertemukan di laboratorium untuk membentuk embrio, yang kemudian ditransfer ke dalam rahim. Salah satu teknologi reproduksi berbantu (ART) dengan tingkat keberhasilan tertinggi.
- IUD (Intra Uterine Device)
- Alat kontrasepsi kecil berbentuk T yang ditempatkan di dalam rahim oleh dokter. Tersedia dalam bentuk hormonal (melepas progesteron) dan non-hormonal (tembaga). Efektif hingga 5–12 tahun tergantung jenis.
J
- Janin
- Istilah untuk bayi yang berkembang di dalam rahim sejak usia kehamilan 8 minggu hingga lahir. Sebelum minggu ke-8, disebut embrio.
- Jaundice Neonatal
- Kondisi kuning pada bayi baru lahir akibat penumpukan bilirubin dalam darah. Umumnya fisiologis dan sembuh sendiri dalam 1–2 minggu, namun kadar yang sangat tinggi memerlukan fototerapi.
K
- Kanker Serviks
- Kanker yang terjadi pada sel-sel leher rahim (serviks), hampir seluruhnya disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV). Dapat dicegah dengan vaksinasi HPV dan dideteksi dini melalui Pap smear.
- Kehamilan Ektopik
- Kehamilan yang terjadi di luar rahim, paling sering di tuba falopi. Merupakan kedaruratan medis karena dapat menyebabkan ruptur tuba dan perdarahan internal yang mengancam jiwa.
- Ketuban Pecah Dini (KPD)
- Pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan dimulai. Bila terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu disebut PPROM (Preterm Premature Rupture of Membranes). Meningkatkan risiko infeksi dan persalinan prematur.
- Kista Ovarium
- Kantong berisi cairan yang terbentuk di dalam atau pada permukaan ovarium. Sebagian besar bersifat fungsional dan hilang sendiri dalam beberapa siklus menstruasi, namun kista endometrioma dan kista dermoid memerlukan penanganan.
- Kolposkopi
- Prosedur pemeriksaan serviks menggunakan alat pembesar (kolposkop) setelah hasil Pap smear abnormal. Memungkinkan dokter melihat area serviks yang mencurigakan dan mengambil biopsi bila diperlukan.
L
- Laparoskopi
- Prosedur bedah minimal invasif menggunakan kamera kecil (laparoskop) yang dimasukkan melalui sayatan kecil di perut. Digunakan untuk diagnosis dan pengobatan endometriosis, kista ovarium, mioma, dan infertilitas.
- Laktasi
- Proses produksi dan pengeluaran ASI dari kelenjar susu. Dirangsang oleh hormon prolaktin (produksi susu) dan oksitosin (pengeluaran susu). Menyusui yang sering merupakan kunci mempertahankan produksi ASI.
- LH (Luteinizing Hormone)
- Hormon yang diproduksi hipofisis. Lonjakan LH (LH surge) memicu ovulasi sekitar 24–36 jam setelahnya. Pengukuran LH dalam urin menjadi dasar kit prediksi ovulasi.
- Linea Nigra
- Garis gelap vertikal yang muncul di tengah perut dari pusar ke tulang kemaluan selama kehamilan, akibat hiperpigmentasi hormonal. Biasanya memudar sendiri beberapa bulan setelah melahirkan.
M
- Menopause
- Berhentinya menstruasi secara permanen, dikonfirmasi setelah 12 bulan berturut-turut tanpa haid. Terjadi akibat penurunan fungsi ovarium dan kadar estrogen. Di Indonesia rata-rata terjadi pada usia 48–51 tahun.
- Mioma Uteri (Fibroid)
- Tumor jinak yang tumbuh dari otot polos dinding rahim. Sangat umum — ditemukan pada 70–80% wanita usia reproduktif. Dapat menyebabkan perdarahan haid berlebih, nyeri panggul, dan kesulitan hamil tergantung lokasi dan ukurannya.
- Mola Hidatidosa
- Kehamilan abnormal di mana jaringan trofoblas (plasenta) berkembang tidak normal membentuk gelembung-gelembung berisi cairan. Tidak ada janin yang berkembang dan memerlukan kuretase serta pemantauan ketat untuk mencegah komplikasi.
- Multigravida
- Wanita yang sedang menjalani atau pernah menjalani kehamilan lebih dari satu kali. Berbeda dengan multipara yang merujuk pada wanita yang telah melahirkan lebih dari satu kali.
N
- Neonatus
- Bayi baru lahir hingga usia 28 hari kehidupan. Periode ini adalah masa paling rentan dalam kehidupan bayi, memerlukan pemantauan ketat untuk mendeteksi kelainan kongenital dan masalah adaptasi.
- Nifas (Puerperium)
- Periode 6 minggu setelah melahirkan, saat tubuh ibu kembali ke kondisi sebelum hamil. Termasuk proses involusi rahim, pemulihan luka, dan dimulainya laktasi. Pemeriksaan nifas penting untuk mendeteksi komplikasi.
- NST (Non-Stress Test)
- Pemeriksaan kesejahteraan janin yang mengukur denyut jantung janin (DJJ) dalam kaitannya dengan gerakan janin menggunakan kardiotokografi (CTG). Disebut 'non-stress' karena tidak ada stimulasi yang diberikan kepada ibu atau janin.
- Nullipara
- Wanita yang belum pernah melahirkan bayi yang viable (mampu hidup di luar rahim). Berbeda dengan nulligravida yang belum pernah hamil sama sekali.
O
- Oligohidramnion
- Kondisi di mana cairan ketuban kurang dari normal (AFI <5 cm atau cairan terbanyak <2 cm). Dapat mengindikasikan gangguan ginjal janin, pertumbuhan janin terhambat, atau kebocoran cairan ketuban.
- Oksitosin
- Hormon yang diproduksi hipotalamus dan dilepaskan hipofisis. Memicu kontraksi rahim saat persalinan dan pengeluaran ASI saat menyusui. Versi sintetisnya (Syntocinon/Pitocin) digunakan untuk induksi atau akselerasi persalinan.
- Ovulasi
- Pelepasan sel telur matang dari folikel ovarium ke dalam tuba falopi. Terjadi sekitar hari ke-14 dari siklus 28 hari. Sel telur dapat dibuahi dalam 12–24 jam setelah ovulasi.
- Operasi Sectio Caesarea (SC)
- Prosedur pembedahan untuk melahirkan bayi melalui sayatan di perut dan rahim. Direkomendasikan secara medis pada kondisi seperti plasenta previa, gawat janin, atau disproporsi kepala-panggul.
P
- Pap Smear
- Pemeriksaan skrining untuk mendeteksi sel abnormal pada serviks yang berpotensi berkembang menjadi kanker serviks. Dianjurkan setiap 3 tahun bagi wanita usia 21–65 tahun yang aktif secara seksual.
- PCOS (Polycystic Ovary Syndrome)
- Gangguan hormonal umum yang memengaruhi 1 dari 10 wanita usia subur. Ditandai oleh siklus haid tidak teratur, kadar androgen tinggi, dan gambaran ovarium polikistik pada USG. Penyebab utama infertilitas anovulasi.
- Perimenopause
- Masa transisi menuju menopause yang dapat berlangsung 4–10 tahun. Ditandai oleh siklus haid yang mulai tidak teratur, hot flash, dan gejala lain akibat fluktuasi kadar estrogen.
- Plasenta
- Organ sementara yang berkembang di dinding rahim selama kehamilan. Berfungsi sebagai penghubung antara ibu dan janin untuk pertukaran oksigen, nutrisi, dan zat sisa metabolisme.
- Plasenta Previa
- Kondisi di mana plasenta menutupi sebagian atau seluruh mulut rahim (serviks). Menyebabkan perdarahan tanpa nyeri pada trimester ketiga dan umumnya memerlukan persalinan melalui SC.
- Preeklampsia
- Komplikasi kehamilan ditandai tekanan darah ≥140/90 mmHg setelah usia kehamilan 20 minggu disertai tanda kerusakan organ. Dapat berkembang menjadi eklampsia bila tidak ditangani.
- Prolaps Uteri
- Turunnya rahim ke arah atau keluar dari vagina akibat melemahnya otot dan ligamen penyangga panggul. Lebih sering terjadi pada wanita menopause atau yang pernah melahirkan pervaginam berkali-kali.
Q
- Quickening
- Gerakan janin yang pertama kali dirasakan oleh ibu. Umumnya terjadi antara minggu ke-16 hingga 25 kehamilan. Ibu hamil pertama biasanya merasakannya lebih lambat dibanding ibu yang sudah pernah hamil sebelumnya.
R
- Retensio Plasenta
- Kondisi di mana sebagian atau seluruh plasenta tidak keluar secara spontan dalam 30 menit setelah bayi lahir. Dapat menyebabkan perdarahan pascapersalinan dan memerlukan tindakan manual atau kuretase.
- Ruptur Uteri
- Robeknya dinding rahim selama kehamilan atau persalinan. Merupakan komplikasi obstetri yang sangat serius dan mengancam jiwa, paling sering terjadi pada bekas luka SC sebelumnya.
- Retrofleksi Uteri
- Posisi rahim yang condong ke belakang (posterior) alih-alih ke depan (anterior). Umumnya merupakan variasi normal dan tidak memengaruhi kesuburan, namun kadang berhubungan dengan endometriosis atau perlengketan.
S
- Solusio Plasenta
- Terlepasnya plasenta dari dinding rahim sebelum bayi lahir. Menyebabkan perdarahan dan dapat memutus pasokan oksigen ke janin. Merupakan kedaruratan obstetri yang memerlukan penanganan segera.
- Striae Gravidarum
- Tanda peregangan (stretch marks) yang muncul di perut, payudara, atau paha selama kehamilan akibat peregangan kulit yang cepat dan perubahan hormonal. Awalnya berwarna merah-keunguan dan memudar menjadi putih setelah melahirkan.
- Sungsang
- Posisi janin di mana bokong atau kaki berada di bagian bawah rahim, bukan kepala. Versi luar (ECV) dapat dicoba untuk memutar janin, namun bila gagal, SC biasanya direkomendasikan.
T
- Tuba Falopi
- Dua saluran kecil yang menghubungkan ovarium dengan rahim. Tempat terjadinya fertilisasi (pembuahan) dan jalur transportasi ovum menuju rahim. Kerusakan atau penyumbatan tuba menjadi penyebab utama infertilitas dan kehamilan ektopik.
- Trimester
- Pembagian kehamilan menjadi tiga periode: Trimester pertama (minggu 1–12), trimester kedua (minggu 13–28), dan trimester ketiga (minggu 29–40). Setiap trimester memiliki perkembangan janin dan perubahan tubuh ibu yang khas.
- Tokofobia
- Rasa takut yang intens dan berlebihan terhadap persalinan. Dapat memengaruhi kualitas hidup ibu hamil, meningkatkan permintaan SC elektif, dan memerlukan pendekatan psikologis atau konseling khusus.
U
- USG (Ultrasonografi)
- Pemeriksaan pencitraan menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menampilkan gambar janin, plasenta, cairan ketuban, dan organ reproduksi. Aman bagi ibu dan janin karena tidak menggunakan radiasi.
- Uterus (Rahim)
- Organ otot berbentuk seperti buah pir di rongga panggul wanita, tempat janin berkembang selama kehamilan. Terdiri dari lapisan luar (perimetrium), otot (miometrium), dan lapisan dalam (endometrium).
V
- Vaksin HPV
- Vaksin yang melindungi terhadap strain Human Papillomavirus penyebab kanker serviks dan kutil kelamin. Tersedia dalam formulasi 2-valen, 4-valen, dan 9-valen. Paling efektif diberikan sebelum paparan HPV pertama.
- VBAC (Vaginal Birth After Caesarean)
- Persalinan pervaginam pada ibu yang sebelumnya pernah menjalani operasi SC. Dapat menjadi pilihan aman pada kasus tertentu, dengan pemantauan ketat untuk mendeteksi risiko ruptur uteri pada bekas luka SC.
- Vulvitis
- Peradangan pada vulva (bagian luar alat kelamin wanita) yang dapat disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, virus, iritasi, atau kondisi kulit tertentu. Gejala meliputi gatal, kemerahan, bengkak, dan rasa terbakar.
W
- Water Birth
- Metode persalinan di mana ibu berendam di dalam air hangat selama fase aktif persalinan atau saat bayi lahir. Bertujuan mengurangi nyeri kontraksi, membantu relaksasi, dan memperlancar proses persalinan.
Z
- Zigot
- Sel tunggal hasil penyatuan sel telur dan sperma saat fertilisasi. Mengandung 46 kromosom (23 dari ibu, 23 dari ayah) dan merupakan tahap pertama perkembangan embrio sebelum membelah dan berkembang menjadi blastosit.
Glosarium ini disusun untuk tujuan edukasi dan tidak menggantikan konsultasi medis langsung.
Punya pertanyaan? Konsultasikan dengan dr. Christian →