Kembali ke Artikel
Kesehatan Reproduksi

PCOS: Mengenal Sindrom Ovarium Polikistik dan Cara Mengatasinya

21 April 20266 menit baca

PCOS adalah kondisi hormonal yang umum namun sering tidak terdiagnosis. Temukan gejala, penyebab, dan pilihan pengobatan yang tersedia.

Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) adalah gangguan hormonal yang memengaruhi sekitar 1 dari 10 wanita usia subur. Meski sangat umum, PCOS sering kali tidak terdiagnosis selama bertahun-tahun karena gejalanya beragam dan mudah dikira kondisi lain.

Apa Itu PCOS?

PCOS terjadi ketika ovarium memproduksi androgen (hormon pria) dalam jumlah berlebih, mengganggu siklus ovulasi normal. Akibatnya, folikel-folikel kecil terbentuk di ovarium namun tidak berkembang menjadi telur matang yang bisa dilepaskan.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

  • Siklus haid tidak teratur — Lebih dari 35 hari atau kurang dari 8 siklus per tahun
  • Pertumbuhan rambut berlebih (hirsutisme) — Di wajah, dada, perut, atau punggung
  • Jerawat persisten — Terutama di rahang dan leher
  • Penipisan rambut kepala (alopecia androgenik)
  • Kenaikan berat badan — Terutama di area perut
  • Kulit gelap di lipatan (acanthosis nigricans) — Tanda resistensi insulin
  • Kesulitan hamil — Akibat ovulasi yang tidak teratur

Diagnosis

Diagnosis PCOS ditegakkan bila memenuhi minimal 2 dari 3 kriteria berikut (Kriteria Rotterdam):

  1. Siklus menstruasi tidak teratur atau tidak ada ovulasi
  2. Kadar androgen tinggi (dari pemeriksaan darah atau gejala klinis)
  3. Gambaran ovarium polikistik pada USG

Pilihan Penanganan

Penanganan PCOS disesuaikan dengan tujuan utama pasien:

Untuk Regulasi Haid & Mengurangi Gejala

  • Pil kontrasepsi kombinasi (estrogen + progesteron)
  • Progesteron siklus
  • Metformin (untuk resistensi insulin)

Untuk Kesuburan

  • Induksi ovulasi dengan Clomiphene citrate atau Letrozole
  • Injeksi gonadotropin
  • Laparoskopi drilling ovarium (pada kasus tertentu)

Perubahan Gaya Hidup

Penurunan berat badan 5–10% saja sudah terbukti memperbaiki ovulasi dan gejala PCOS secara signifikan.

  • Diet rendah glikemik (kurangi karbohidrat olahan dan gula)
  • Olahraga rutin minimal 150 menit per minggu
  • Manajemen stres

Komplikasi Jangka Panjang

PCOS yang tidak ditangani meningkatkan risiko:

  • Diabetes tipe 2
  • Penyakit kardiovaskular
  • Hipertensi
  • Kanker endometrium (bila haid sangat jarang)

PCOS dapat dikelola dengan baik. Bila Anda mengalami gejala di atas, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan untuk evaluasi dan penanganan yang tepat.

dr. Christian Wijaya Woen, Sp.OG, FICS

Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi

Artikel ini ditulis untuk tujuan edukatif dan tidak menggantikan konsultasi medis langsung. Hubungi dokter untuk penanganan kondisi kesehatan spesifik Anda.

Punya pertanyaan seputar topik ini?

Konsultasikan langsung dengan dr. Christian Wijaya Woen, Sp.OG, FICS.

Buat Janji Konsultasi