Infertilitas didefinisikan sebagai kegagalan untuk hamil setelah 12 bulan berhubungan seksual secara teratur tanpa kontrasepsi (atau 6 bulan jika usia wanita ≥35 tahun). Kondisi ini memengaruhi sekitar 1 dari 6 pasangan di seluruh dunia.
Penting untuk dipahami: infertilitas bukan hanya "masalah wanita." Sekitar 40% kasus disebabkan oleh faktor pria, 40% faktor wanita, dan 20% gabungan keduanya atau tidak diketahui penyebabnya.
Penyebab Infertilitas pada Wanita
1. Gangguan Ovulasi (25–30% kasus)
Penyebab paling umum. Termasuk:
- PCOS (Sindrom Ovarium Polikistik) — penyebab paling sering
- Gangguan tiroid
- Hiperprolaktinemia — kadar prolaktin tinggi menghambat ovulasi
- Kegagalan ovarium prematur (POI)
- Amenore hipotalamik — akibat berat badan sangat rendah atau stres berat
2. Faktor Tuba Falopi (20–30% kasus)
Penyumbatan atau kerusakan tuba akibat:
- Infeksi menular seksual (klamidia, gonore)
- Riwayat radang panggul (PID)
- Endometriosis
- Riwayat operasi perut atau ektopik
3. Faktor Rahim (10–15% kasus)
- Mioma (fibroid) yang menekan kavum uteri
- Polip endometrium
- Sindrom Asherman (perlengketan dalam rahim)
- Kelainan bentuk rahim bawaan
4. Faktor Serviks
- Lendir serviks yang tidak ramah terhadap sperma
- Stenosis serviks
5. Endometriosis (30–50% wanita infertil memilikinya)
6. Infertilitas Tak Terjelaskan (10–15% kasus)
Semua pemeriksaan normal namun kehamilan tidak terjadi.
Evaluasi Diagnostik
Dokter akan merekomendasikan serangkaian pemeriksaan:
Untuk wanita:
- Pemeriksaan darah hormonal: FSH, LH, estradiol, AMH (cadangan ovarium), prolaktin, TSH
- USG transvaginal: menilai ovarium, folikel, dan rahim
- Histerosalpingografi (HSG): rontgen untuk melihat tuba dan rahim
- Laparoskopi diagnostik: jika dicurigai endometriosis atau perlengketan
Untuk pria:
- Analisis semen (spermogram)
Pilihan Pengobatan
| Penyebab | Pilihan Terapi |
|---|---|
| PCOS / gangguan ovulasi | Induksi ovulasi (Clomiphene, Letrozole, injeksi FSH) |
| Tuba tersumbat | Laparoskopi atau IVF |
| Mioma / polip | Operasi histeroskopi atau laparoskopi |
| Endometriosis | Laparoskopi + induksi ovulasi atau IVF |
| Infertilitas tak terjelaskan | IUI (inseminasi buatan) atau IVF |
IUI vs IVF: Apa Bedanya?
- IUI (Intra-Uterine Insemination) — sperma yang telah diproses disuntikkan langsung ke dalam rahim pada saat ovulasi. Prosedur sederhana, biaya lebih rendah.
- IVF (In Vitro Fertilization / Bayi Tabung) — pembuahan dilakukan di luar tubuh; embrio yang terbentuk ditransfer ke rahim. Tingkat keberhasilan lebih tinggi.
Kapan Harus Segera Berkonsultasi?
- Belum hamil setelah 12 bulan mencoba (atau 6 bulan jika usia ≥35 tahun)
- Siklus haid tidak teratur atau tidak ada
- Riwayat penyakit radang panggul, endometriosis, atau operasi perut
- Pernah mengalami keguguran berulang
Setiap pasangan memiliki perjalanan yang berbeda. Evaluasi menyeluruh adalah langkah pertama untuk menemukan solusi yang tepat bagi Anda.
