Kembali ke Artikel
Kesehatan Reproduksi

Infertilitas pada Wanita: Penyebab, Pemeriksaan, dan Pilihan Pengobatan

19 Mei 20268 menit baca
dr. Christian Wijaya Woen
dr. Christian Wijaya Woen, Sp.OG, FICS

Spesialis Obstetri & Ginekologi

Kesulitan hamil bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Pahami apa saja penyebab infertilitas pada wanita dan langkah-langkah evaluasi yang perlu dilakukan.

Infertilitas didefinisikan sebagai kegagalan untuk hamil setelah 12 bulan berhubungan seksual secara teratur tanpa kontrasepsi (atau 6 bulan jika usia wanita ≥35 tahun). Kondisi ini memengaruhi sekitar 1 dari 6 pasangan di seluruh dunia.

Penting untuk dipahami: infertilitas bukan hanya "masalah wanita." Sekitar 40% kasus disebabkan oleh faktor pria, 40% faktor wanita, dan 20% gabungan keduanya atau tidak diketahui penyebabnya.

Penyebab Infertilitas pada Wanita

1. Gangguan Ovulasi (25–30% kasus)

Penyebab paling umum. Termasuk:

  • PCOS (Sindrom Ovarium Polikistik) — penyebab paling sering
  • Gangguan tiroid
  • Hiperprolaktinemia — kadar prolaktin tinggi menghambat ovulasi
  • Kegagalan ovarium prematur (POI)
  • Amenore hipotalamik — akibat berat badan sangat rendah atau stres berat

2. Faktor Tuba Falopi (20–30% kasus)

Penyumbatan atau kerusakan tuba akibat:

  • Infeksi menular seksual (klamidia, gonore)
  • Riwayat radang panggul (PID)
  • Endometriosis
  • Riwayat operasi perut atau ektopik

3. Faktor Rahim (10–15% kasus)

  • Mioma (fibroid) yang menekan kavum uteri
  • Polip endometrium
  • Sindrom Asherman (perlengketan dalam rahim)
  • Kelainan bentuk rahim bawaan

4. Faktor Serviks

  • Lendir serviks yang tidak ramah terhadap sperma
  • Stenosis serviks

5. Endometriosis (30–50% wanita infertil memilikinya)

6. Infertilitas Tak Terjelaskan (10–15% kasus)

Semua pemeriksaan normal namun kehamilan tidak terjadi.

Evaluasi Diagnostik

Dokter akan merekomendasikan serangkaian pemeriksaan:

Untuk wanita:

  • Pemeriksaan darah hormonal: FSH, LH, estradiol, AMH (cadangan ovarium), prolaktin, TSH
  • USG transvaginal: menilai ovarium, folikel, dan rahim
  • Histerosalpingografi (HSG): rontgen untuk melihat tuba dan rahim
  • Laparoskopi diagnostik: jika dicurigai endometriosis atau perlengketan

Untuk pria:

  • Analisis semen (spermogram)

Pilihan Pengobatan

PenyebabPilihan Terapi
PCOS / gangguan ovulasiInduksi ovulasi (Clomiphene, Letrozole, injeksi FSH)
Tuba tersumbatLaparoskopi atau IVF
Mioma / polipOperasi histeroskopi atau laparoskopi
EndometriosisLaparoskopi + induksi ovulasi atau IVF
Infertilitas tak terjelaskanIUI (inseminasi buatan) atau IVF

IUI vs IVF: Apa Bedanya?

  • IUI (Intra-Uterine Insemination) — sperma yang telah diproses disuntikkan langsung ke dalam rahim pada saat ovulasi. Prosedur sederhana, biaya lebih rendah.
  • IVF (In Vitro Fertilization / Bayi Tabung) — pembuahan dilakukan di luar tubuh; embrio yang terbentuk ditransfer ke rahim. Tingkat keberhasilan lebih tinggi.

Kapan Harus Segera Berkonsultasi?

  • Belum hamil setelah 12 bulan mencoba (atau 6 bulan jika usia ≥35 tahun)
  • Siklus haid tidak teratur atau tidak ada
  • Riwayat penyakit radang panggul, endometriosis, atau operasi perut
  • Pernah mengalami keguguran berulang

Setiap pasangan memiliki perjalanan yang berbeda. Evaluasi menyeluruh adalah langkah pertama untuk menemukan solusi yang tepat bagi Anda.

dr. Christian Wijaya Woen

dr. Christian Wijaya Woen, Sp.OG, FICS

Spesialis Obstetri & Ginekologi · Praktik di Jakarta

Artikel ini ditulis berdasarkan keahlian klinis dan tidak menggantikan konsultasi medis langsung. Hubungi dokter untuk penanganan kondisi kesehatan spesifik Anda.

Lihat profil lengkap →

Punya pertanyaan seputar topik ini?

Konsultasikan langsung dengan dr. Christian Wijaya Woen, Sp.OG, FICS.

Buat Janji via WhatsApp